Service, Sebuah Jasa yang Menenangkan Hati

dealer, tempat kendaraan kita direparasi

Sore ini terasa sangat berbeda kurasakan, aku merasa sedikit gundah gulana entah mengapa aku terus teringat kejadian buruk itu. Kejadian yang intinya bemper mobilku ditabrak oleh seorang kuli panggul. Aku tetap merasa emosi ketika ingatan itu muncul terus seiring aktivitas rutin yang kulakukan. Kala emosi masih bergelantungan dipikiran ini, spatah kata dosen teringat dalam kepalaku. “Seorang mahasiswa Agribisnis yang hebat ialah mahasiswa yang mampu berkarya bagi kesejahteraan masyarakat dan bukan sebaliknya menjadi sampah masyarakat yang sangat dibenci.” Sejenak aku berfikir, ternyata saat ini aku kuliah benar-benar berguna agar aku tidak menjadi manusia yang sangat bodoh seperti kuli yang menabrak mobilku itu. Sembari aku menyetir mobilku, aku pun membenahi mobilku ke bengkel yang cukup megah di kawasan selatan kabupaten Sleman. Mobilku pun tak lama direparasi oleh montir-montir berpengalaman, dengan cekatan mereka membenahi bemper mobilku yang engsel bemper belakangnya patah itu. Aku perhatikan, memang sebuah jasa servis kendaraan terkenal mahal harganya tetapi dibalik itu aku dapat mengambil ilmu, manusia dapat senang jika bisa membeli sebuah barang apapun jenisnya tetapi akan lebih bahagia jika barang tersebut bila rusak dapat kembali benar dengan bantuan jasa servis. Aku sendiri sudah sejak dari tahun 2005 memiliki berbagai barang kebutuhan sehari-hari yang juga pernah ku serviskan di dealer tempat barang itu bernaung. Perasaan sayang barang awalnya tidak terlalu membuat aku risau karena ada dealer yang akan siap membantu segala kerusakan barang-barangku tersebut. Barang yang pertama aku miliki saat itu ialah sebuah motor bebek buatan Negeri Samurai yang terkenal dengan logo sayap mengepaknya. Warna bodynya hitam dengan corak merah khas anak muda, kondisi motornya baik dan layak jalan yang semakin aku percaya diri untuk mengendarainya. Aku sangat senang karena saat itu jumlah pemilik sepeda motor bebek belum sebanyak sekarang sehingga aku gemar berputar-putar meski hanya sekedar mengitari lingkungan rumah. Dalam hal merawat barang, aku tergolong orang yang sangat telaten. Aku selalu memperhatikan teknik-teknik perawatan yang tercantum didalam buku perawatan berkala. Jadwal perawatan rutin hingga masa akhir garansi selalu aku ingat dan terus aku jaga demi keawetan barang tersebut. Tahun demi tahun yang kulalui dengan sepeda motorku terasa biasa saja tanpa hambatan yang berarti oleh karena “kepatuhan” terhadap tata tertib perawatan barang. Aku selalu rutin membawa sepeda motorku ke dealer untuk perawatan rutin tiap 2 bulan sekali atau tiap 2000 Km. Biasanya aku membawa sepeda motorku ke dealer (bengkel resmi) pada jam-jam senggang atau siang hari pada saat jam istirahat. Panas dan terik matahari di waktu-waktu itu sudah menjadi “bumbu” perjuangan yang tak pernah padam meski lelah menghinggapi ragaku. Setelah kupasrahkan sang kuda besiku kepada montir, aku pun dengan sabar menunggu perawatan tersebut sembari sesekali melongok kearah si montir apakah sudah mengerjakan motorku dengan baik dan tepat waktu. Raungan demi raungan antar sepeda motor yang diperbaiki dan kelincahan sang montir dalam menguji kelayakan sepeda motor cukup menghiburku. Pikiranku yang cukup letih itu sedikit demi sedikit berputar dan berfikir, hatiku berkata “kalau semua barang yang aku miliki bisa diperbaiki dan bila musti ganti suku cadang bisa dilakukan kenapa aku harus beli yang baru?” “daya tahan dan kemampuan barang yang prima kan itu intinya toh barang baru nantinya juga akan rusak jika terjadi kesalahan pemakaian.” Bibirku pun tersungging, sembari menengok ke arah jam tanganku, aku memahami fungsi sebuah jasa perawatan suatu barang. Seperti yang sudah aku katakan pada awal artikel ini, “Manusia dapat merasa senang (puas) bila mampu memenuhi kebutuhannya dengan membeli barang atau jasa tetapi manusia akan lebih merasa puas jika barang yang telah Ia beli dapat diperbaiki di saat barang tersebut dalam kondisi rusak.” Sehingga peran jasa perawatan (service) dewasa ini sangat membantu berbagai keluhan konsumen atas kerusakan barang tersebut.

Aku tentunya masih ingat materi perkuliahan ekonomi pertanian yang menyebutkan Peran Ekonomi dalam sebuah rantai kehidupan sangat vital, ekonomi yang maknanya mengatur segala sumber daya-sumber daya untuk kesejahteraan manusia telah memberikan manfaat kepada umat manusia contohnya pada rantai ekonomi. Ada tiga bagan yang masing-masing diisi oleh, Konsumen–>Perusahaan–>Pemerintah. Konsumen yang memenuhi kebutuhan hidup dengan cara bekerja, memerlukan sebuah kepuasan akan sumber-sumber ekonomi. Konsumen akan mengorbankan sebagian hartanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, misalnya pangan. Konsumen membayar perusahaan yang telah Ia tunjuk untuk menerima sebuah barang atau jasa dari produsen. Rasa senang dan minimnya keluhan terhadap barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen (perusahaan) merupakan sinyal positif bahwa produsen sudah mampu memenuhi kebutuhan konsumen akan kebutuhan barang atau jasa. Produsen yang berada di tempat kedua, memiliki peran dan turut andil dalam rantai ekonomi yaitu dengan menyusun riset demi riset baik riset tentang bahan baku, riset pemasaran, riset kelayakan dan lain-lain. Mendata hingga membuahkan sebuah kesimpulan untuk memenuhi setiap kebutuhan konsumen adalah aktivitas rutin sebuah perusahaan (produsen). Pajak yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pemerintah berguna untuk memberikan kontribusi pembangunan negara yang juga akan kembali ke perusahaan tersebut berupa izin pembukaan lahan dan bangunan usaha. Peran terakhir disini diemban oleh pemerintah yang berkewajiban melakukan pengawasan serta pemberian izin usaha kepada perusahaan sehingga dalam rantai ekonomi tercipta sebuah iklim usaha yang kondusif. Nah ! disini kita dapat memahami peran tiap-tiap pelaku dalam rantai ekonomi. Setiap pelaku secara jelas memiliki tugas dan kewajibannya masing-masing yang saling menguntungkan. Keuntungan materi dan non materi (kepuasan) sudah pasti didapatkan oleh para pelaku ekonomi tersebut jika hubungan antar pelaku tetap terjalin dengan baik dan solid. Bagi sebuah perusahaan, kepuasan konsumen adalah hasil akhir dari kinerja mereka sebab penilaian baik buruknya sebuah perusahaan dilihat dari kualitas pelayanannya kepada konsumen atas barang atau jasa yang diberkan. Konsumen tidak akan segan-segan mengadu, mengeluh, marah atau bahkan memuji perusahaan ketika mereka merasa dirugikan atas kualitas barang yang buruk atau sebaliknya. Komunikasi ialah kuncinya, kunci untuk “membuka” segala bentuk permasalahan yang timbul terhadap kualitas barang, masa garansi barang, masa perawatan barang dan lain-lain. Apa yang dirasakan oleh banyak konsumen terhadap kualitas barang yang dikonsumsinya sama kurasakan pada sepeda motorku yang akhirnya selesai direparasi. selesai diuji coba oleh sang montir untuk berkeliling di sekitar dealer, aku yang sudah membayar jasanya langsung bergegas meminta kunci kepada montir. Oli mesin yang baru, setelan kerburator yang presisi, bahan bakar yang masih penuh tentunya merupakan bentuk kepuasanku atas jaminan kualitas jasa dealer tersebut. Aku pun pulang dengan hati yang berbunga-bunga. Sedikit pesan buat para pengusaha, melakukan riset tentang bisnis boleh-boleh saja asalkan jangan lupa untuk melakukan penilaian akhir sebuah proses produksi yaitu sebuah barang yang telah dipasarkan kepada konsumen dengan cara menyediakan pelayanan pasca produksi yang biasanya bisa berupa jasa perawatan barang, jasa keluhan konsumen, ketersediaan suku cadang yang kesemuanya itu hanya untuk memberikan nilai tambah kepada konsumen sehingga tercipta kepuasan konsumen yang akan menaikkan citra atau nilai perusahaan tersebut. Semoga Bermanfaat. (@garrybaldhi)

Perihal Souvenir From Monaco
Selamat Datang.. Salam Blogger..!! ^_^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: